CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curahan hati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

Paling mirip sama siapa ya?

Pasti pada saat orang lain melihat bayi kita ada yang berkomentar tentang wajahnya mirip siapa. "Wah dia mirip papanya" atau "mukanya mamanya banget" malahan bisa-bisa ada yang bilang "ini mah mirip opa atau omanya" *biar diakui cucu..jiah*
Dan kata orang kalau masih baby kemiripannya dengan siapa masih bisa berubah-rubah. Bagaimana dengan Felicia?

Pada saat baru lahir ketika melihat hidungnya pasti tahu kalau felicia mirip siapa...?bener banget, mirip opa resennya (papaku) mungkin karena semasa hamil mama bergaul akrab dengan opa :P
Kalau yang ini diambil ketika Felicia berumur 1 minggu dan mau imunisasi hepatitis, lagi digendong papa dan mukanya jadi mirip sama papa
Umur 1 minggu, Felicia udah sadar kamera banget..persis papa :D
Setelah itu oma dari suluan (mama dari papanya) datang kemudian hari-hari Felicia dihabiskan bersama oma dan coba tebak....makin mirip sama oma


Cuma dari gaya nya kelihatan kalau Felicia ini anak papa banget, apa karena kesehariannya lebih banyak waktu sama papa dibanding mama ya?

caranya melipat tangan sama
bahkan tengak tengok nya juga samaan *btw, pada liatin apa ya?*


Nah yang kalau yg ini jambulnya yang bikin sama :D

Trus mama kebagian mirip apanya dong?


Kebagian mirip di kakinya doang..hahahah..tipe kaki Felicia tuh kayak mama. Telapak kaki lebar dan tebal. Akhirnya ada juga mama kebagian yah *tersenyum bahagia*

Ada lagi nih yang bikin Felicia mirip mama, hmm...matanya yang bulat mirip sama mama kalau lagi marah :P 
However, lebih mirip mama kek or papa tetep dong Felicia ini kesayangan orang tuanya :)
A million kisses for our sweetheart, half of our soul

Kamis, 07 April 2011

Happy 8 Monthversary to Us :)

Tidak terasa kami sudah memasuki 8 bulan pernikahan, terbilang waktu yang masih singkat sekali yah dibandingkan dengan pasangan-pasangan lain yang sudah melewati tahun, belasan bahkan puluhan tahun usia pernikahan.

Terima Kasih Tuhan untuk penyertaanMu untuk keluarga kecil kami bahkan kehadiran calon anak perempuan yang sebentar lagi boleh kami rasakan. Biarlah kehidupan pernikahan kami selalu berjalan hanya dalam penyertaan kasih Tuhan dan kami sebagai suami istri boleh tetap terus saling menguatkan. Efesus 5:31 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. 1 Kor 7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. Dan kami berlaku setia Ibrani 13 : 4
Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Biasanya perayaan monthversary selalu kelewatan karena lupa dan tanggal 7 berlalu begitu saja. Nah untuk bulan ini aku inget, walau tidak perayaan khusus di hari ini dari semalam aku niat tidak tidur sebelum jam 12 malam. Trus ngapain dong? Nonton DVD sambil nyemil sementara suami baca koran sambil nunggu tayangan tanding sepak bola PIALA CHAMPION karena klub kesayangan suami yaitu KLUB CHELSEA main melawan M.U. Berhubung tanding sepak bolanya jam 2 subuh, yo wess aku tinggal suamiku menonton bola sendiri.

Beli susu hadiah dari ponakanku sih Kakak Grace


Beli cemilan buat temen nonton DVD dan pertandingan bola 
 













Rabu, 06 April 2011

Ketika bentuk tubuh (jadi) berubah

Pasti kalian tahu dong jargon iklan susu anak yang mengatakan,"...Tubuhku dulu tak begini, tapi kini tak cukup lagi...." atau lagu dari group slank "...balikin...oh balikin, bodi gue kayak dulu lagi..."
Ngomongin tentang perubahan bentuk tubuh karena kenaikan berat badan, alias yang dulu kurus jadi gemuk atau yang memang gemuk jadi lebih gemuk lagi..

Nah jadi gemuk tidak pernah bisa dihindari oleh ibu hamil manapun..bener kan?justru menemukan nikmatnya menjadi gemuk kala hamil. Bisa makan apa saja justru disarankan makanlah lebih dari porsi sebelum hamil karena sekarang yang makan itu 'berdua'
Di pengalaman hamil yang pertama ini (artinya akan ada pengalaman hamil kedua, ketiga, dst..Amin, biar Tuhan yang atur yah) di minggu ke 34 total kenaikan berat badan yang aku alami yaitu 'hanya' 8 kilo :)  Seneng bener ya?hehe...pastinya iya, karena aku sudah termasuk gemuk pada saat memulai kehamilan yaitu 70 kg jadi untuk ibu hamil yaitu diriku dengan riwayat tubuh yang sudah gemuk disarankan kenaikan cukup 9 - 11 kilo.
Jadi apakah anda penasaran melihat perbedaan dari 70 kg menjadi 78 kg?

Ini dia....
Sebelumnya 70 kg

Foto ini diambil persis 1 hari setelah kami menikah :)

Dan kini......
Penampilan ketika 78 kilo

8 bulan setelah menikah ...jreeengg

Dengan baju yang sama tapi kondisi dan gaya berbeda...syalalala...that's way i love being a wife and mommy to be.
Masih mau balik ke body sebelumnya? ya iya dong..mudah-mudahan bisa kembali seperti dahulu atau malah jadi lebih langsing ? (jawabannya pasti AMIN ..)

Jumat, 25 Maret 2011

Mengukur Jalanan setiap harinya

Sebagai Wife and Full time working Mom to be, cukup jauh jarak tempuh perjalanan yang harus dilalui setiap harinya dari rumah di kawasan cibubur jalan raya bogor Jakarta Timur ke kantor di Kebon Jeruk Jakarta Barat. Istilahnya tuh kita 'tua' dijalan karena mengukur jalanan setiap harinya, ditemani dengan kemacetan serta bisingnya kota babyku 'belajar' beradaptasi dengan kerasnya kota jakarta..semangat babyku..mommy loves you

Rute Pagi :
Berangkat antara jam 7 - 7.30 pagi, diantar suami naik motor dari rumah ke daerah dekat terminal kampung rambutan. Jarak tempuh 5 KM + selama 15 menit, maklum bawa ibu hamil maka suami dilarang bawa motor dengan kecepatan diatas 30 KM/jam :) Habis itu naik bis Primajasa dengan trayek Kampung Rambutan - Merak yang melewati Slipi Jaya dan Tomang memakan waktu 1jam15 menit dan aku turun di Slipi Jaya dari situ sambung ke kantor naik ojek sekitar 10 menit karena GAK ADA ANGKOT YANG LEWAT DEPAN KANTOR...begghh..biasa dong nulis gak ada angkotnya jadi huruf kapital gitu..heeeee. Rada capek diongkos sih sebenarnya, tapi mau gimana lagi dong *curcol*
Total jendral waktu tempuh dari rumah sampai ke kantor adalah..........1.30 - 1.45 menit

Buat yang tinggal di kota Jakarta dan sekitarnya, pasti  tau banget dengan rute diatas :)


Rute Pulang :

 Nah kalau rute pulang rada seru nih, karena ada berbagai alternative :
1. Nebeng sama kakakku yang cowok. Karena dia kerja di daerah jalan daan mogot dan rute pulang ke arah cibubur (tapi arah kota wisata) juga serta jamnya bisa cocok dengan jam kepulanganku makanya kita bisa sejalan. Jalan Panjang menjadi tempat janjian kita, untuk mencapai ke jalan panjang biasanya aku nebeng temenku yang naik motor atau kalau lagi beruntung diantar sama supir kantor karena lagi-lagi karena GAK ADA ANGKOT..*masih emosi ceritanya*.  Setelah itu baru deh ke daerah blok M buat jemput istrinya. Dari sana aku diantar sampai dekat rumah, masih sambung angkot atau dijemput suami sekitar 5 menit jarak tempuhnya ke rumah.

2. Kalau lagi gak nebeng kakakku karena di hari Rabu/Jumat dia ada ibadah di daerah Tanjung Priok. Maka aku naik.........Busway dari halte Kebon Jeruk jurusan ke Lebak Bulus nanti turunnya di halte Pondok Indah II. Enaknya jadi bumil, sepenuh apapun busway pasti dapat duduk :P Dari halte Pondok Indah II menantilah kedatangan bis AC Mayasari Ciledug - Kampung Rambutan dengan jarak tempuh 10 menit saja karena naik tol sampailah aku di Pasar Rebo. Perjuangan masih belum selesai bung karena jarak tempuh kerumah masih 25 menit dengan angkot atau 15 menit saja jika suami jemput di Pasar Rebo...

3. Ini pilihan terakhir kalau bener-bener 'gak sanggup' sambung menyambung naik kendaraan umum, minta jemput deh sama suami. Dengan resiko jarak tempuh hampir 1 jam dengan motor pasti akan membuat panas dan pegal (maaf) pantat :) kalau diminggu dan bulan kehamilan tua sekarang ini gak berani deh naik motor terlalu jauh begitu.

Above of all, Puji Tuhan yang sungguh sayang dan baik ke aku karena selalu melindungi aku dalam perjalanan berangkat maupun pulang kerja terlebih lagi selama hamil tidak pernah mengalami gangguan sekecil apapun selama naik kendaraan umum ataupun naik motor. Aku yakin masih banyak yang jarak rumah dengan kantornya lebih jauh dari yang aku alami , jadi Thanks GOD and Halleluya anyhow :)
Banyak yang tanya kenapa gak cari tempat tinggal di dekat kantorku saja? Aku masih lebih mengutamakan tempat tinggal dekat dengan tempat tugas dan pelayanan suami (ciee...).